Cara Mengatasi Ruam Popok Pada Lansia

ruam lansiaSetiap pasangan suami istri yang memiliki bayi berusia batita pasti udah biasa mendengar istilah ruam
popok. Ruam popok merupakan masalah yang timbul akibat kelainan pada kulit yang sering dijumpai
pada masa bayi. Tapi, masalah seperti ini sering dianggap ringan dan jarang dikeluhkan oleh para orang
tua. Bahkan sebagian besarnya mengganggapi hal ini wajar jika terjadi.
Istilah ruam popok pun banyak sekali di dalam dunia kedokteran, diantaranya napkin rash, diaper rash,
nappy rash, diaper dermatitis, dan eksim popok. Ruam popok sendiri merupakan peradangan yang
terjadi pada kulit di area yang tertutup popok. Sehingga kulit yang mengalami ruam terlihat kemerahan,
dimana hal ini terjadi karena reaksi kulit yang terus menerus bersentuhan dengan urine dan kotoran.
Meskipun hal ini tidak membahayakan, namun tentunya sangat mengganggu kenyamanan.
Tapi tahukah kamu? Bahwa bukan hanya bayi saja yang terkena masalah ruam popok ini. Lansia yang
menggunakan popok tak terlepas dari masalah tersebut. Intinya, setiap individu yang menggunakan
popok sangat beresiko mengalami ruam popok ini.

Kok Bisa Muncul Ruam Popok?

Beberapa faktor ini adalah pemicu dari munculnya ruam popok, yakni kelembapan, bahan iritan,
gesekan, dan micro-organisme kulit sehat memiliki pH asam yang menjadikan hilangnya pertahanan
kulit untuk melawan bakteri dan jamus yang sifatnya merugikan.
Bahan iritan maksudnya bahan yang sifatnya mengiritasi ini mengandung enzim yang dapat
meningkatkan pH kulit. Jika kulit mendapatkan kontak dengan kedua bahan ini dapat mengakibatkan
kulit iritasi dan invasi mikro organisme berbahaya.
Menggunakan popok untuk menampung feses dan urine akan meningkatkan kelembapan pada area
kulit, apalagi jika terlambat diganti dapat mengakibatkan maserasi (pelunakan kulit ari). Kulit ari ini
berfungsi sebagai lapisan pelindung terluar dari kulit kita. Jika keadaan ini dibiarkan, resiko kerusakan
kulit secara keseluruhan akibat gesekan dari permukaan diaper yang mengandung bahan iritan akan
mempermudah infeksi bakteri dan jamur.
Sebetulnya kulit bayi dan kulit dewasa memiliki perlindungan alami yang memadai. Tapi akibat dari
kehadiran beberapa faktor di atas dapat merusak perlindungan alami tersebut. Tapi hal ini cenderung
menurun terjadi seiring dengan keberhasilan toilet training.
Berdasarkan dari keempat faktor di atas, ruam popok akan dialami oleh pengguna popok usia lanjut.
Masalah ini pun timbul dari berbagai jenis popok, baik popok kam maupun disposable, tentu keduanya
memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Jadi dapat disimpulkan bahwa ruam popok tetap
terjadi, tidak tergantung dari jenis popok yang digunakan.

Tindakan Yang Harus Dilakukan Jika Muncul Ruam Popok

Tindakan awal yang harus anda ambil adalah dengan mengganti popok disposable harus lebih sering, hal
ini pun berlaku bagi pengguna popok kain. Jangan pernah menunda untuk melepaskan popok yang sudah basah. Gunakan air bersih untuk membersihkan area popok dan gunakan deterjen yang aman
pada kulit, karena kulit di area bokong ini begitu sensitif. Jangan cuma dibersihkan ketika sudah buang
air besar saja, tapi lakukan juga ketika selesai buang air kecil. Tunggu sebentar sampai benar benar
kering sebelum menggunakan popok yang baru. Lalu gunakan krim atau minyak yang bisa mengatasi
ruam popok, anda bisa gunakan minyak kelapa dan zaitun, cuka juga bisa.
Setelah itu, jangan lupa untuk segera berobat ke dokter, jika pengobatan yang anda lakukan
menggunakan bahan alami tidak kunjung membuahkan hasil.